138 | Roasting

2623 Kata

"Kenapa nangis?" tanya Seruni kepada si kembar sembari dia tutup pintu ruangan, Mami Ancala tidak ikut masuk. Beliau hanya bilang agar Seruni lekas kembali ke pelaminan atau paling tidak Jagat duluan. "Zero? Zein? Mami tanya, lho. Kenapa nangis?" Walau sudah agak reda tangis itu dan yang tersisa cuma isakan, tetap saja perlu ditanya penyebab mereka nangis ini apa. Sambil Seruni ajak duduk di tepi ranjang. "Ta ... tadi ... tadi Zelo nggak cengaja nablak olang, Mami." Kepala Zero tentunduk kala mengatakannya. Dia juga memilin-milin ujung jas. "Zelo lali-lalian, Mami," sambung Zein atas pernyataan kembarannya. Terlihat mata Zein pun masih berkaca-kaca sisa tangis tadi. Wajahnya sampai memerah. "Nabrak orang? Terus jatuh? Sakit? Mana yang sakit?" Seruni periksa tubuh putranya. Zero me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN