Satu bulan berlalu sejak Airine pergi dari negaranya dan masa lalunya. Airine menatap pemandangan dari beranda rumah kayunya yang kecil, cangkir kopi panas mengepulkan uap ke udara yang beku. Oregon. Namanya masih terasa asing di lidahnya. Dia menarik napas dalam-dalam. Udara di sini berbeda. Ini adalah kehidupan barunya. Sebuah kehidupan yang dia pilih dengan sengaja, sebuah pelarian yang terencana. "Tidak ada yang akan menemukanku di sini," bisiknya sambil menatap ke arah cangkir kopinya. Airine membeli rumah yang terpencil di pinggiran Eugene, tepat di tepi hutan, karena kesunyiannya. Kesunyian itu dimaksudkan untuk menyembuhkan, untuk mengubur masa lalu yang kelam. Dia berbalik dan masuk ke dalam rumahnya yang masih setengah kosong. Dia tak membawa barang sama sekali dari Napol

