Lisa menepis tangan Arman dengan kasar. "Jangan sentuh aku kalau itu hanya karena rasa kasihan!" teriaknya. Ia kembali menatap Alin dengan penuh emosi. "Kamu sudah memiliki segalanya, Alin! Rumah ini, Davin, dan sekarang Arman. Kenapa kamu harus mengambil semuanya dariku?" "Lisa ... aku tidak pernah bermaksud menyakiti kamu," ujar Alin dengan suara yang bergetar. Dia memeluk Davin lebih erat, merasa sangat tidak nyaman dengan situasi ini. "Kalau kamu tidak bermaksud, biarkan aku jadi istri keduanya! Aku tidak masalah jika harus jadi madumu," balas Lisa. "Kamu tahu aku mencintai Arman. Kamu tahu dia adalah hidupku!" "Lisa, hentikan!" Arman menyela dengan nada yang lebih keras, melangkah ke depan untuk melindungi Alin. "Kamu harus pergi sekarang. Kamu tidak bisa datang ke rumah kami dan

