Lisa dibutakan dengan benci dan balas dendam terhadap Alin dan Arman. Menurutnya, Alin juga tidak berhak bahagia setelah menghancurkan rumah tangganya bersama Arman. Dia pikir dirinya tak layak dijadikan kambing hitam atas kericuhan rumah tangga mereka berempat. “Pokoknya kamu juga harus menderita, Alin. Kamu dan anakmu!” geramnya. Selain memikirkan rencana yang tepat untuk niat jahatnya, Lisa hari ini bermaksud untuk menemui Alin di toko kuenya. Dengan riasan sederhana yang akan meluluhkan Alin, serta penampilan seadanya, dia berangkat menuju ke sana. Sesampainya di depan toko kue yang kini terlihat lebih besar itu, Lisa turun dari taksi yang membawanya. Sebentar dia melihat situasi dan memeriksa apakah Alin sedang ada di toko atau tidak. “Heum, kebetulan sekali dia sedang ada!” gumam

