Sementara itu, di dapur, Lisa dengan hati-hati menyiapkan wine bukan teh hangat seperti katanya tadi. Ia memilih wine terkuat dan menuangkannya dengan perlahan, memastikan semuanya tampak sempurna. Dalam hatinya, ia yakin bahwa ini adalah langkah awal untuk membuat Arman kembali menjadi miliknya. Lisa kembali ke ruang tamu dengan dua gelas wine di tangan. Ia meletakkan salah satu gelas di meja depan Arman dan duduk di sebelahnya, sedikit lebih dekat daripada yang seharusnya. "Minumlah, Arman," katanya lembut. "Aku tahu ini berat untukmu. Tapi mungkin ini cara semesta menunjukkan bahwa kamu layak mendapatkan sesuatu yang lebih baik." Arman mengangkat wajahnya dan menatap Lisa sejenak sebelum akhirnya mengambil gelas itu. Ia meminum wine dengan sekali teguk. Lisa terus mengamati Arman d

