Arman masih berdiri di depan toko Alin dan segera menelpon Yoana, ibu kandung Alin. Telepon tersambung setelah beberapa nada dering. “Hallo, Arman? Ada apa?” tanya suara lembut Yoana di seberang. “Mama, apa Alin ada di tempat Mama? Saya tidak bisa menemukannya di mana pun. Toko kuenya juga tutup,” ujar Arman dengan nada panik. “Oh, Nak, sayangnya Alin tidak ada di sini. Apa Alin pergi? Aku kira dia masih di rumah denganmu,” jawab Yoana, terdengar sedikit cemas. Arman menghela napas panjang. “Tidak, Ma. Dia pergi, dan aku tidak tahu dia di mana. Kalau Mama mendengar kabar apa pun tentang dia, tolong beri tahu saya, ya.” “Tapi, kenapa Alin pergi dari rumah? Apa kalian bertengkar?” tanya Yoana mulai curiga. “Saya akan menjelaskannya nanti, maafkan aku Ma,” jawab Arman dengan suara pelan

