Arman duduk di sebuah kafe kecil dekat kantornya, dengan gelas kopi yang baru saja diletakkan di hadapannya. Dia melihat jam tangan, menunggu ibunya datang. Tidak lama kemudian, Linda masuk ke dalam kafe. Arman segera berdiri untuk menyambutnya. “Maafkan aku karena harus bertemu di sini,” ucap Arman dengan nada sopan. “Kalau Mama mau makan, kita bisa pindah ke restoran.” “Tidak perlu. Mama sudah makan tadi. Lagipula, Mama hanya ingin berbicara sebentar,” tolak Linda. Arman mengangguk dan mempersilakan ibunya duduk. Namun, sebelum dia sempat membuka percakapan, Linda langsung menatapnya dengan pandangan penuh selidik. “Arman, kamu sekarang tinggal di mana?” Pertanyaan itu membuat Arman sedikit terkejut. “Kenapa Mama tanya begitu? Aku tinggal di apartemen sekarang.” Linda menyipitkan m

