Hari sudah larut ketika Barry memarkir mobilnya di depan rumah. Lampu depan rumah menyala terang, menandakan bahwa Lisa masih terjaga. Dengan langkah berat, Barry berjalan menuju pintu masuk, tetapi perhatiannya tertuju pada kotak surat di dekat pagar. Ia membuka kotak surat tersebut dan melihat setumpuk surat di dalamnya. Satu surat dengan amplop resmi dari bank menarik perhatiannya. Barry mengerutkan kening saat membaca tulisan 'Pemberitahuan Jatuh Temp' di amplop itu. Membukanya, ia menemukan bahwa surat itu berisi pemberitahuan tagihan yang harus segera dibayarkan. Nominalnya cukup besar untuk membuat dahinya berkerut dalam-dalam. “Tagihan apa lagi ini?” gumam Barry dengan nada frustasi. Dengan emosi yang mulai memuncak, Barry melangkah masuk ke rumah. Saat pintu terbuka, pemandang

