Suasana pesta perlahan meredup, seiring dengan waktu yang merangkak menuju sore. Para tamu undangan sudah tak terlihat satupun, yang tertinggal hanya kursi-kursi dan dekorasi pesta yang masih berada di tempatnya. Di sebuah kamar, Arman dan Alin tampak sedang b******u mesra di atas tempat tidur. Masih berpakaian lengkap bahkan Alin belum membuka baju pengantinnya. “Semua orang pergi meninggalkan kita, sepertinya mereka sengaja!” ujar Arman. Alin tertawa mengiyakan. “Siapa yang mau jadi obat nyamuk dari pasangan pengantin baru!” kekehnya. “Ya, mereka akan malu kalau mendengar suara desahan dan rintihan erotis kita dari kamar ini!” timpal Arman. Alin tertawa dengan wajah merah merona. “Aku nggak seberisik itu!” kilahnya. Arman tiba-tiba mendekat menahan kedua tangan Alin di atas bant

