Hari menjelang sore ketika Arman tiba di depan butik Lisa yang kini tampak hidup kembali. Ia mengamati dari balik kaca besar bagaimana para karyawan Lisa sibuk menata pakaian di rak dan menyambut pelanggan yang datang. Butik itu, memiliki aura profesional yang khas. Arman tersenyum kecil setidaknya, Lisa kini mulai menemukan arah hidupnya. “Semoga dia bisa menerima kedatanganku!” ucapnya sambil menarik nafas dalam-dalam. Satu hal, Arman merasa lega melakukan ini karena atas sepengetahuan Alin, lagipula dia memang berniat menemui Lisa demi meluruskan lagi hati dan perasaan mereka yang kini sudah saling melupakan satu sama lain. Sejenak Arman melihat ke tempat parkir, untuk memastikan jika Lisa sedang ada di sana. Dilihatnya mobil mungil milik perempuan itu terparkir dengan rapi di salah

