Mereka melanjutkan perjalanan ke lorong berikutnya. Alin berhenti di rak s**u, mengamati berbagai merek dengan saksama. “Aku harus pilih yang mana, ya? s**u almond ini kelihatannya enak, tapi s**u oat ini katanya lebih sehat.” Arman mengangkat bahu. “Ambil dua-duanya saja. Toh, nanti kamu pasti bilang, ‘Aku menyesal nggak beli yang itu.’” Alin melirik Arman sambil pura-pura cemberut. “Kamu tahu aku terlalu baik untuk bilang itu.” “Oh, aku tahu kamu terlalu baik,” balas Arman dengan nada sarkasme yang disertai senyum jahil. Mereka tertawa kecil sebelum akhirnya Alin memasukkan kedua jenis s**u itu ke dalam keranjang. Ketika mereka melewati lorong camilan, mata Alin berbinar-binar. Ia menarik lengan Arman dan menunjuk deretan keripik kentang. “Arman, ini keripik favoritku waktu kecil! K

