Kebohongan Demi Kebohongan

1115 Kata

Arman tiba di rumah larut malam, dia masuk dengan langkah mengendap-endap dan membuka sepatunya. Tapi ketika dia memasuki ruang tengah, tiba-tiba lampu menyala. “Astaga!” ucap Arman terkejut, ditambah lagi dengan adanya sosok Alin yang berdiri depan sana dengan wajah masam. “Dari mana kamu? Kenapa jam segini baru pulang?” tanyanya dengan tangan bersedekap di d**a. Arman tersenyum kaku, tidak mungkin jika dia menjawab pulang terlambat karena menemani Lisa. “Eh, hari ini banyak pekerjaan di kantor, Sayang, aku nggak enak kalau pulang duluan!” jawabnya, berbohong. Alin memicingkan matanya, menatap Arman sedemikian rupa untuk meyakinkan dirinya. Lelaki itu pun sebisa mungkin tetap tenang menghadapi istrinya itu, tetap tersenyum meski hatinya ketar-ketir. “Ya sudah!” tukas Alin, yang se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN