Suara bel rumah Linda menggema di ruang tamu. Linda, yang sedang membersihkan meja makan, berjalan menuju pintu dengan senyuman hangat. Saat pintu terbuka, berdiri di depannya seorang wanita dengan raut wajah khawatir, Yoana, ibu kandung Alin sekaligus besan Linda. "Yoana!" seru Linda penuh kehangatan, memeluk wanita itu erat. "Linda," balas Yoana sambil tersenyum kecil, meskipun ada kekhawatiran di matanya. "Bagaimana Alin?" "Dia di dalam. Ayo masuk," ajak Linda, membimbing Yoana menuju ruang tamu. Saat langkah Yoana mendekat, Alin yang duduk di sofa langsung berdiri. Begitu melihat ibunya, tangisnya langsung pecah. Ia berlari kecil dan memeluk Yoana erat-erat. "Mama," ucap Alin di sela isaknya. Yoana mengusap punggung Alin dengan lembut. "Mama di sini, Sayang. Jangan menangis, cer

