Linda tersenyum, lalu melanjutkan, “Ngomong-ngomong soal pernikahan, kamu sudah memikirkan seperti apa pesta yang kamu inginkan?” Alin menjawab dengan hati-hati, “Aku ingin pesta yang sederhana saja, Ma. Tidak perlu mewah. Yang penting dihadiri keluarga dan kerabat dekat.” Linda memandangnya dengan penuh kasih. “Itu pilihan yang bagus. Aku setuju apa pun yang kalian rencanakan. Yang terpenting adalah kebahagiaan kalian. Jangan khawatir, Mama akan mendukung apa pun keputusan kalian.” Alin merasa terharu mendengar dukungan Linda. “Terima kasih, Ma. Aku sangat menghargai itu.” Linda mengulurkan tangan, memegang tangan Alin dengan lembut. “Kamu adalah bagian dari keluarga ini sekarang, Alin. Jangan pernah merasa sendiri. Aku akan selalu ada untuk kalian, terutama untuk Davin kecil kita.”

