Barry memasuki kamar rawat inap tempat istrinya dengan langkah berat. Pikirannya masih dipenuhi oleh rasa marah, kecewa, dan kebingungan. Di atas ranjang, Lisa baru saja tersadar setelah operasi pagi tadi. Saat melihat Barry masuk, mata Lisa berbinar seolah mendapatkan secercah harapan. "Barry ... Kamu di sini," ucap Lisa dengan suara pelan, namun penuh rasa lega. "Aku benar-benar takut tadi ... selama operasi. Aku pikir aku akan kehilangan semuanya." Barry hanya berdiri di sisi ruangan, menatap Lisa dengan dingin. Tidak ada senyuman, tidak ada sapaan hangat. Lisa mencoba bangkit, tapi rasa sakit membuatnya kembali bersandar. "Apa kata dokter?" tanya Lisa dengan nada hati-hati. Barry menatapnya tajam. Lalu ia berkata, "Dokter bilang ... kamu mandul, Lisa." Lisa membeku. Untuk sesaat,

