Hujan turun dengan deras, menambah kelam suasana di depan rumah Linda. Arman berdiri di sana, tubuhnya menggigil, rambutnya basah kuyup, namun dia tidak peduli. Selama dua hari terakhir, dia tidak makan, tidak minum, dan tidak tidur. Dia hanya berdiri, memohon kepada Alin agar memberinya kesempatan terakhir. "Alin! Kumohon, bukalah pintu! Aku tahu aku salah, aku tahu aku telah menyakiti hatimu! Tapi aku tidak ingin keluarga kita hancur!" suaranya serak, penuh emosi. Dari balik jendela, Alin mengintip, matanya berkaca-kaca. Ia melihat Arman berdiri tak bergerak di bawah hujan, terus berteriak meski suaranya nyaris hilang. "Aku akan selalu percaya padamu, Alin! Aku akan melindungi kamu dan Davin … aku bersumpah!" teriak Arman lagi, tubuhnya bergetar karena dingin. Linda yang duduk di sof

