Pesona Wanita Sederhana.

1046 Kata

Lisa tersenyum tipis, tetapi ada sedikit getaran di ujung bibirnya. “Apa kau menyesal? Lihatlah aku, Arman. Semua orang memandang ke arahku. Mereka memujiku. Para istri pengusaha itu mengenalku sebagai pemilik butik ternama. Apakah kamu tidak melihat bahwa Aku sudah menjadi seseorang yang dihormati.” Arman terkekeh kecil, nada sinisnya tidak bisa disembunyikan. “Penghormatan dari orang lain? Aku tidak membutuhkannya, Lisa. Itu tidak berarti apa-apa bagiku.” “Lalu, apa yang kau butuhkan, Arman? Apa yang kamu cari?” “Hanya wanita yang sederhana, yang bisa menghangatkan hatiku. Itu yang pantas menjadi pendampingku. Bukan seseorang yang hanya peduli pada apa kata orang lain.” Kata-kata itu menusuk hati Lisa. Ia mencoba menutupi rasa sakitnya dengan senyum getir. “Wanita sederhana? Kamu be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN