Tiba-tiba Mr. Huang, tuan rumah pesta, mendekati mereka dengan senyum hangat di wajahnya. Pria tua yang penuh wibawa itu melirik Alin dengan tatapan penuh rasa ingin tahu. "Arman," panggilnya sambil menjabat tangan pria itu. "Siapakah wanita cantik yang menemanimu malam ini?" Arman tersenyum kecil, sedikit gugup, lalu menoleh ke Alin. "Ini Alin, Mr Huang. Pemilik toko kue yang pernah saya bawakan kuenya untuk Anda beberapa waktu lalu." Mata Mr. Huang berbinar. "Ah, jadi ini wanita berbakat di balik kue-kue lezat itu? Saya ingat betul rasa kuenya, luar biasa! Saya sampai memesan beberapa untuk keluarga saya." Alin tersipu, tersenyum lembut. "Terima kasih atas pujiannyaMr.Huang. Jika Anda sempat, mampirlah ke toko saya lagi. Saya akan dengan senang hati membuatkan sesuatu yang spesial u

