“Aku baik-baik saja, jangan menahan diri, Sayang!” rintih Alin, merasa jika gairahnya menggebu-gebu namun dia tahu jika Arman sedikit ragu dan begitu berhati-hati ketika bercinta dengannya. Arman tersenyum, diciumnya kepala Alin sambil merengkuh tubuh perempuan itu dengan erat. “Aku takut kamu merasa kesakitan,” katanya dengan nafas memburu. Alin pun sama terengahnya, dia ikut bergerak lembut mengimbangi hentakan Arman dari belakang. “Semua yang kamu lakukan adalah candu buat aku, kami merasa nyaman dan dia juga anteng-anteng saja di dalam sini,” ucap Alin tersenyum geli. Arman tersenyum senang mendengarnya, kembali dilumatnya bibir Alin dengan penuh mesra sambil pinggulnya bergerak lebih intens dan dalam. Bersama mereka mengerang merasakan kenikmatan dari sesi bercinta yang pertama k

