Sidang Perceraian.

1093 Kata

Dua minggu kemudian, suasana di apartemen Arman dan Alin terasa sedikit berbeda. Meski matahari bersinar cerah, ada ketegangan yang melingkupi keduanya. Arman memeriksa kembali dokumen-dokumen yang akan dibawa ke persidangan, memastikan semuanya lengkap, sementara Alin duduk di sofa, memainkan ujung scarf yang melingkari lehernya. “Semua sudah siap?” tanya Alin, suaranya pelan tapi terdengar sedikit gemetar. Arman mengangguk sambil memasukkan dokumen-dokumen ke dalam tas kerjanya. “Sudah. Jangan khawatir, semua ini hanya formalitas. Setelah ini, kita bisa melanjutkan hidup kita.” Alin tersenyum tipis. “Aku tahu. Tapi tetap saja, rasanya sedikit aneh. Ini seperti bab terakhir dari sebuah buku yang panjang.” Arman duduk di sebelahnya dan menggenggam tangan Alin. “Bab terakhir, ya. Tapi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN