Setelah makan siang yang penuh dengan percakapan canggung dan ketegangan yang terselip di antara senyuman basa-basi, keempatnya akhirnya memutuskan untuk mengakhiri pertemuan itu. Mereka keluar dari restoran dengan suasana hati yang beragam. Langit siang yang cerah kontras dengan perasaan masing-masing yang tampak berat. Di depan restoran, Lisa menatap Barry dengan sedikit ragu sebelum berbicara, “Aku harus ke butik karena ada klien yang harus aku temui. Kamu gak papa kan pulang sendiri?” tanya Lisa. Barry hanya mengangguk singkat tanpa menjawab. Lisa melirik Alin dan Arman sejenak sebelum masuk ke dalam taksi yang sudah dipanggilnya. “Semoga kalian berdua menemukan kebahagiaan,” ucapnya pelan sebelum menutup pintu taksi. Alin hanya membalas dengan anggukan kecil, sementara Arman men

