“Bang, cewek ini yang mau bayar, nanti tagih aja ke dia ya.” “Ih apaan!” reysa semakin panic mendengarnya, dimana dirinya menatap Jullian dengan mata yang berkaca kaca. “Pak, saya gak punya uang sebanyak itu. ayok ngomong dulu, Pak. Kita bicara baik baik ya? pak?” “Pilihannya kamu bayar atau saya pecat?” Reysa menelan salivanya kasar, sementara si pekerja di sana malah tersenyum miring. “Yaudah diskusiin dulu aja siapa yang mau bayar, Bos. Ke belakang dulu ya.” meninggalkan Jullian dan juga Reysa di sana berdua. Reysa berada di titik ini dengan penuh perjuangan, dia tidak bisa berhenti dari pekerjaannya begitu saja, tapi mengganti uang juga tidak dia punya. “Pak, ayo omongin baik baik ya? please.” Jullian dengan wajah datarnya menyilangkan tangan di d**a. “Jadi pembantu pribadi saya,

