Adrian dan juga Jullian pulang dengan wajah sumringah. Entah karena mereka memang memiliki ikatan batin yang kuat ataupun hanya kebetulan saja, saat Adrian turun dari motor, Jullian keluar dari mobilnya. Keduanya saling melemparkan pandangan satu sama lain kemudian berkata, “Wahhh, Abang wajahnya berseri banget. Kenapa nih?” tanya Adrian yang berjalan dengan songongnya. “Abis jalan dong.” “Sama Lucy? Abang demen ya?” Seketika Adrian menghentikan langkah ketika mendapatkan tatapan tajam dari Jullian. Dia menelan salivanya kasar. “Kenapa, Bang?” “Kamu suka sama Lucy?” malah balik bertanya dan membuat Adrian semakin gugup. Jadi Adrian menggelengkan kepala. Kenyataannya dia memang tidak menyukai Lucy. “Aku kan sukanya sama Kak Mina, Bang. Gimana sih.” “Oh, gak ada niatan bikin Lucy jadi

