Bab 67

1007 Kata

Pagi-pagi sekali, Kiara terbangun lebih dulu, dia merasa tubuhnya benar-benar remuk akibat percintaannya dengan Luca semalam. Dia melihat di depannya ada wajah Luca yang sangat dekat dengannya, tangannya membelitnya yang membuat dia tersenyum. "Aku kehilangan ibuku, tapi aku mendapatkannya. Terima kasih, Tuhan." Batinnya. Kiara bahkan merapatkan dirinya ke dalam tubuh Luca. Luca tersenyum tipis karena sebenarnya memang dia sudah terbangun, hanya saja dia masih memejamkan matanya. "Sepertinya kau ingin mengulangi malam panas kita." Ucap Luca yang membuat Kiara terkejut. "Aku membangunkanmu?" Tanya Kiara yang ingin menarik tubuhnya namun Luca tidak membiarkannya dan semakain memeluk tubuhnya. "Luca— Kiara terkejut karena Luca tidak menjawab namun malah meremas bongkahan padat belakan

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN