Malam harinya, Kiara memilih untuk bersiap di kamar hotel di mana sebenarnya itu memang kamarnya, Luca sudah memesankan kamar di hotel karena lupa jika Kiara mungkin akan menginap di hotel dibandingkam di rumahnya. Luca sendiri sangat kagum dengan penampilan Kiara saat ini, gaunnya bukan hanya pas di tubuhnya, tapi riasa wajahnya yang natural membuat dia semakin sempurna. "Apa aneh?" Tanya Kiara yang melihat ke arah tubuhnya sendiri. "Tidak! Kau bahkan sempurna." Ucap Luca yang membuat Kiara menjadi malu sendiri. Dia bahkan lebih malu ketika Luca merengkuh tubuhnya dan mencium pipinya. "Ayo kita berangkat." Ucap Kiara namun Luca menggeleng. "Apa maksutnya?" Tanya Kiara karena Luca malah menggeleng ketika dirinya mengajaknya berangkat. Luca tersenyum miring dan mendorong pelan tubuh

