Kiara menggigit bibir bawahnya, tubuhnya semakin panas karena pengaruh obat itu. "Tuan— Kiara bahkan hampir tidak terkontrol, dia memwgang tangan Luca yang padahal dia sendiri sudah menahannya. "Kendalikan dirimu dan tahanlah! Sebentar lagi kita sampai." Ucap Luca yang benar-benar mengumpati Kiara karena tidak mau melepaskan tangannya. Dia tidak tau saja jika sentuhannya benar-benar membuat dia juga tidak tahan dengan obatnya. "A-aku.. aku tidak bisa menahannya. Tolong bantu aku!" Luca semakin melotot karena tangannya bahkan di tarik dan di arahkan ke sela pahamya. "Kau akan menyesal jika memintaku untuk membantumu karena aku juga tidak bisa menahannya." Ucap Luca. "Tidak masalah! Aku tidak akan menyesal. Aku yang menginginkannya!" Entah tanpa sadar atau tidak, Kiara sendiri yang m

