Sampai di pemakaman ibu Kiara, dia hanya bisa diam saja, matanya sudah membengkak karena menangisinya. Luca sendiri menemaninya sampai selesai dan bahkan membatalkan semua metingnya selama di sini. Paman dan bibi Kiara sebenarnya sedari tadi bertanya-tanya siapa pria tampan yang bersama Kiara. Saat selesai, Kiara hampir pingsan jika saja Luca tidak kembali menangkapnya. Luca menggendong Kiara dan tidak di tolak olehnya, sebenanrya dia sendiri juga merasa lemas, apalagi miliknya juga sebenarnya terasa tidak nyaman akibat pertempurannya semalam bersama Luca. "Aku belum tau siapa dirimu." Ucap Paman Kiara kepada Luca. "Aku kekasihnya." Jawab Luca. Kiara yang mendengar hanya diam saja dan tidak mampu untuk mengelak atau mengomentarinya. Hatinya masih benar-benar berduka dan tidak menyan

