Bab 148: Cerita Banyu

1161 Kata

Malam itu Citra akhirnya tidur di tempat tidur Ans, satu kamar dengan Banyu. Sementara Ans menemani papanya dan Mika di kamar yang biasanya ditempati Citra. “Mama, jadi Mama memang gak tahu Papa kecelakaan?” tanya Banyu sambil memiringkan tubuhnya menatap ibunya yang juga memiringkan tubuh menghadapnya. Mereka tidur di tempat tidur single masing-masing. “Gak ada yang kasih tahu Mama.” “Apa dulu Mama juga gak tahu waktu Papa terkena peluru?” “Apa? Peluru?” Citra kaget setengah mati. Banyu tersenyum. Dia memang mulai bisa mengerti jalan pikiran ayahnya sejak menemukan ayahnya mengobati sendiri luka bekas serempetan peluru saat itu. Ayahnya melarangnya memberi tahu ibunya. Dan sampai kini ibunya bahkan tak pernah tahu suaminya pernah terkena peluru. “Banyu, peluru apa?” jantung Citra be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN