Happy Reading... . . . Ciuman mereka berubah semakin intens. James menekan bagian kepala bagian belakangnya agar dapat memperdalam ciuman mereka. Lidahnya menerobos masuk ke dalam rongga mulut Vania tanpa permisi. Vania menerimanya masuk membiarkan sulur mereka beradu. Suhu tubuh mereka kian meningkat mengalahkan dinginnya angin malam. Ciuman James turun ke telinga dan lehernya yang terbuka, memberikan gigitan-gigitan kecil yang menggelitik disana. Vania memejamkan matanya seraya menggigit bibir bawahnya sendiri saat kenikmatan itu mulai menjelajahi tubuhnya, menciptakan rasa panas dan berbekas disana. "Vania, aku mencintaimu, " bisik James tepat di telinganya, sepertinya nyanyian dedaunan yang saling bergesekan. Vania terhipnotis mendengar kata-kata itu. Ungkapan cinta itu sep

