"Kami menemukan ponsel terlempar tidak jauh dari dasbor mobil yang hancur, Bu." "Maksudnya??" Salsa masih gemetar menjawabnya. "Ya, dan dibalik ponsel itu ada kartu nama, di sini memang tertulis Elang Pratama." "Nggak, nggak mungkin!!" "Bu, di sini juga ada kartu nama ibu, Dokter Salsabila, dan saya hubungi saja nomor ini. Ibu segera datang dan pastikan sendiri ke Rumah Sakit Cipta Husada sekarang juga." Ponsel di genggaman Salsa merosot jatuh membentur lantai keramik dengan suara nyaring setelah panggilan itu terputus. Kakinya seketika terasa lemas seperti kehilangan tulang. Dia berusaha berdiri tegak namun terpaksa bersandar pada dinding koridor. Napasnya tercekat dan air matanya langsung tumpah membasahi kedua pipinya tanpa bisa ditahan sama sekali. "Dokter Salsa ada apa?"
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


