I Love You 🔥

1953 Kata

Lampu meja di sudut kamar masih menyala terang, menyinari tumpukan berkas perkara yang berserakan di depan Elang. "Bapak udah sholat?" tanya Salsa, baru selesai wudhu. "Sudah, tadi saya ke masjid, Sayang," jawab Elang. Salsa tersenyum. "Oke." Pria itu tampak sangat serius menatap layar laptopnya, sesekali jemarinya membolak-balik lembaran draf pleidoi yang harus dia serahkan ke pengadilan besok pagi. Sebagai pengacara, ketelitian adalah segalanya, dan malam ini Elang benar-benar tenggelam dalam rentetan pasal serta argumen hukum yang sedang dia susun. Di sisi lain, Salsa baru saja menyelesaikan sholat. Dia melipat mukena putih itu dengan rapi dan meletakkannya di atas meja rias. Rambut panjangnya yang tadi tersembunyi kini tergerai bebas, sedikit berantakan namun terlihat sanga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN