Amarah Bramasta-2

735 Kata

"Brengsek..." bisiknya. Tasha menutup wajahnya dengan kedua tangan. Panas bukan hanya dari air, tapi dari rasa malu dan muak yang menelusup dari tulang sampai ke rongga d**a. Lalu tiba-tiba— “ANJING!” Tasha berteriak keras, melempar sabun cair ke dinding hingga pecah. Busanya menyiprat ke mana-mana. Di luar kamar mandi, Dita yang sedang menata ulang sarapan di meja makan sontak membeku. Tangan yang sedang membuka tutup termos berhenti di tengah jalan. Ia memejamkan mata sejenak, menghela napas dalam. Dita tidak bisa tinggal diam. Dia memandang pintu kamar mandi yang masih tertutup, suara guyuran air terdengar lirih di baliknya, dan napasnya terasa sesak. Tasha… sahabat keras kepala yang selalu terlihat kuat, sekarang bahkan tidak bisa menyembunyikan luka di matanya. Dan itu… semua ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN