Amarah Bramasta-3

721 Kata

“Mabel…?” Tasha nyaris berbisik. Mabel mengangguk pelan. “Gue tahu ini enggak pantas… tapi gue nggak tahan. Gue nyesel udah ngeblok lo. Dan… gue kangen,” katanya sambil menunduk sebentar, lalu menatap Tasha lagi. “Lo mau denger penjelasan gue?” Detik berikutnya, tanpa peringatan, Tasha bangkit dari kursinya. Langkahnya cepat, nyaris memburu. Dan sebelum siapa pun sempat bicara lagi, ia sudah memeluk Mabel erat, seerat mungkin, seolah ingin menenggelamkan semua kepahitan semalam dalam d**a pria itu. Mabel membalas pelukannya dengan kikuk, lalu lebih erat, seperti menenangkan badai yang sudah lewat. Bunga yang dibawanya terjatuh ke lantai. Tapi tak ada yang peduli. Di dapur, Dita menghela napas panjang. Ia menyeka tangannya dengan handuk kecil, memiringkan kepala dengan ekspresi setengah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN