Ancaman-3

1070 Kata

Tasha menghela napas, dalam tapi penuh kontrol. Kepala dan jiwanya langsung terseret masuk ke mode strategis. “Kirim semua dokumen ke email aku. Aku akan review siang ini. Dan booking ruang meeting jam empat sore di kantor. Aku akan datang.” “Baik, Mbak. Langsung aku siapkan. Congrats, ya. Sarasana makin melesat. Ini semua karena visi Mbak dari awal.” Begitu panggilan terputus, Tasha masih menatap ponsel di tangannya. Dan pelan-pelan, bibirnya membentuk lengkungan kecil. Bukan senyum lebar, tapi cukup untuk menandakan bahwa ada sesuatu yang bangkit dari reruntuhan hatinya. Sarasana kembali melesat. Ia kembali punya kendali. Ia kembali punya sumber kekuatan. Itu berarti… akan ada uang. Cukup untuk melunasi utang bapaknya. Cukup untuk menyelesaikan semuanya sendiri. Dan jika ia bisa mem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN