Mengambil Alih-2

713 Kata

Desahan Dita semakin dalam, patah-patah, diiringi gerak tubuh yang menggelinjang seperti ombak pelan menghantam karang. Tangannya menggenggam rambut Bram, menarik pelan, tubuhnya tak bisa lagi diam. “Mas ihh…. Jangan dipelintir… ohh… basah… ahhh…” Dan setiap kali bibir dan jari Bram bekerja dalam irama yang saling menguatkan, mengulum, mengusap, menekan, Dita mengerang lebih nyaring, dadanya menegang. “Mas… bentar…. Stop dulu.. geli… Mas… aku…. AH!” Hingga akhirnya... tubuhnya melengkung, bergetar hebat, lalu jatuh melemas, basah oleh peluh dan puas oleh rasa. Bram tak berkata apa-apa. Ia hanya menatap tubuh itu, tubuh istrinya dengan d**a yang naik turun dan mata terpejam menikmati puncaknya. Bram kecup lagi pucuk daada yang sudah basah membuat Dita kembali mengelinjang geli sampai tu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN