Mengambil Alih-3

1046 Kata

Air mata menggantung di ujung matanya, dan di antara napas tercekatnya, ia masih sempat berbisik kecil, “Mas... aku nggak kuat...…” Bram menatap wajah istrinya dari bawah, basah oleh rasa puas yang tak bisa dibohongi. Perlahan, mata Dita tertutup, napasnya masih berat dan tak teratur, dadanya naik turun dalam irama yang belum reda. Tubuhnya yang polos dan basah oleh keringat terbentang begitu saja di atas ranjang, lemas, terbuka, dan pasrah. Seprai kusut di bawahnya, rambutnya menjuntai tak terarah, dan kulitnya memancarkan semburat merah muda yang membekas dari sisa ledakan rasa. Bram menatapnya dalam diam, berdiri di sisi ranjang dengan d**a bergemuruh dan tubuh menegang tak tertahankan. Bram pun harus menuntaskan dirinya sendiri. Ia menunduk, matanya menyusuri setiap inci dari tubuh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN