Anggur dan candu-3

744 Kata

Bram menggeleng pelan, meski tubuhnya berkata lain. “Dita... kamu nggak boleh nyesel nanti. Kenapa kamu begitu yakin?” Tatapan itu tak goyah. “Karena... aku pengen. Aku pecah perawan sama Mas Bram. Nggak ke siapa-siapa lagi.” “Lalu Kevin?” Dita mendengus pelan, tapi bukan karena marah. Suaranya rendah, sinis, dan sangat yakin. “Yakin deh, dia juga jajan di luar negeri. Cewek bayaran, Mas. Yaudah biar aku imbang lakuin ini. Aku gak peduli. Aku yang pengen. Malam ini, di sini, sama Mas Bram.” Seketika, Bram membeku. Detik berikutnya, ia menarik napas dalam, lalu mendekat. Ditatapnya wajah perempuan yang kini terbuka sepenuhnya untuknya bukan hanya tubuhnya, tapi kehendaknya. Lalu tanpa banyak kata, ia mencium kening Dita dengan lembut, penuh ketundukan. “Cepetan ihhhh, malah diem. Ayok,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN