Badai Perasaan-3

761 Kata

Ayuning menggandeng lengan Dita, langkahnya mantap menyusuri lorong utama. “Dulu, gedung ini dibangun pertama kali oleh Kakaknya Eyang Wireja, namanya Wiryodipuro. Beliau itu pendiri asli yayasan ini, waktu zaman pendudukan Belanda,” tutur Ayuning sambil berjalan perlahan. “Mereka dari keluarga terpelajar yang masih keturunan priyayi lokal. Punya hubungan baik dengan residen waktu itu, jadi diizinkan membangun sekolah swasta untuk anak-anak pribumi yang tidak diterima di sekolah Belanda.” “Wah… luar biasa banget sejarahnya, Bu,” ujar Dita kagum. “Makanya kami jaga betul yayasan ini. Sudah jadi darah keluarga,” jawab Ayuning sambil tersenyum. “Dan sekarang, kami ingin Bram dan kamu... jadi bagian dari itu.” Dita hanya mengangguk kecil, hatinya hangat oleh kalimat sederhana itu. Mereka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN