Benih yang Tumpah-3

679 Kata

Dokter muda yang tadi memeriksa Dita baru saja menyelesaikan catatan medis. Dengan suara tenang dan ramah, ia memberikan penjelasan terakhir sebelum meninggalkan mereka. “Ibu Dita hanya kelelahan. Tekanan darahnya turun, indikasi ringan anemia. Harus lebih banyak istirahat, makan teratur, dan jangan terlalu dipaksa aktivitasnya, ya. Kami beri resep, silakan ditebus di apotek depan. Hari ini sudah bisa pulang.” “Terima kasih, Dok,” ucap Bram sambil mengangguk hormat. Begitu dokter menutup pintu, Bram langsung memeluk Dita tanpa banyak bicara. Kepalanya menyandar di puncak kepala istrinya yang kini kembali terasa hangat di pelukannya. Diciuminya perlahan, seperti ingin memastikan bahwa segalanya nyata. Dita menyandarkan diri pelan. “Aku baik-baik aja, Mas... jangan panik gitu,” bisiknya le

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN