Melody Rasa-3

1043 Kata

Bram menoleh, heran. “Kenapa?” “Enggak apa-apa,” jawabnya enteng. Tapi dalam hati, Dita justru dilanda kekacauan yang tak ia pahami. Kenapa segalanya terasa terlalu nyaman? Terlalu... hangat? Padahal mereka hanya terikat perjanjian. Padahal Bram hanya... pria yang dijodohkan padanya. Namun setiap pelukan Bram, setiap ciuman di ubun-ubun, setiap senyum sabar dan keputusannya untuk membayar dress hanya karena “ingin istri bahagia” semuanya seperti menampar pelan hatinya sendiri. Entah perasaan ini bernama apa. Tapi Dita mulai yakin... ia tidak ingin menjauh dari pria ini. Sepanjang perjalanan saja, tangan Dita dan Bram tak sekali pun terlepas. Bahkan saat lampu merah, Bram sempat menautkan jemari mereka lebih erat, menggenggam seperti takut kehilangan sesuatu yang tak pernah benar-benar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN