Nikmat dalam Derita-2

717 Kata

Sementara itu, di lantai dasar, Bram tengah duduk di ruang santai bersama Sasongko dan Abimana. Mereka duduk melingkar, masing-masing memegang cangkir kopi hitam yang mengepul, aroma robustanya memenuhi udara. "Anake jaman saiki, kudu paham sistem pendidikan digital. Ora mung buku lan guru." (Anak zaman sekarang harus paham sistem pendidikan digital. Bukan cuma buku dan guru.) "Ngono kuwi. Nanging dhasaré tetep kudu kuat. Moral lan tata krama ora kena ilang." (Benar itu. Tapi dasarnya tetap harus kuat. Moral dan sopan santun tak boleh hilang.) Obrolan mereka terus berlanjut, saling mengulas kurikulum dan sistem pendidikan nasional seakan mereka bertiga duduk dalam rapat kementerian kecil. Hingga Sasongko melirik jam dinding dan tertawa pelan. “Lho, wis jam sepuluh ki. Mas Bram, ndang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN