Tidak lupa, Dita juga bertekad jadi istri yang baik. Selepas belanja dan makan bersama sahabat-sahabatnya, ia pulang lebih awal ke rumah. Mobil yang membawanya berhenti di pelataran rumah saat langit berpendar jingga, dan semilir angin sore mengantarkan aroma bunga kenanga yang baru mekar di taman samping. Dita melangkah masuk, mengganti pakaian dengan apron sederhana, lalu menuju dapur di mana Mbok Rasti sudah bersiap dengan bumbu-bumbu yang ditata rapi di meja. Aroma daun salam dan serai menyambutnya lebih dulu, mengundang rasa hangat yang membuatnya tersenyum tanpa sadar. “Hari ini, aku mau masak buat Mas Bram,” ucap Dita mantap sambil menggulung lengan bajunya. “Menu khas Yogya. Pakai bahan yang kita bawa dari Kanada kemarin, Mbok.” Mbok Rasti yang tengah menumbuk bumbu halus hanya

