Doa untuk Cinta-3

1129 Kata

Begitu pintu dibuka dari luar dan siluet Bram muncul dalam cahaya temaram halaman, Dita langsung merentangkan tangan, senyumnya merekah seperti matahari kecil yang menyambut malam. “Mas Brammm!” serunya manja. Bram tertawa pelan, lalu tanpa ragu langsung mengangkat tubuh istrinya dalam pelukan, menggendongnya tinggi dan memutar satu kali hingga tawa mereka menggema di lorong depan. Wajah Dita dihujani ciuman ringan, di kening, pipi, hidung, bahkan dagu. Semua disentuh bibir hangat Bram dalam tempo yang membahagiakan. “Gimana hari ini?” tanya Dita, tangannya melingkar erat di leher suaminya. “Langsung cerah begitu lihat kamu,” jawab Bram pendek, menurunkan Dita perlahan tapi masih memeluk pinggangnya. Dita tertawa. “Mau mandi dulu atau makan?” “Makan dulu. Aku bisa cium kamu lebih lam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN