Mengikuti Alur-2

703 Kata

Dita menoleh cepat, keningnya berkerut. “Ke Yogya, Pak?” “Ya. Ke vila yang masih di kawasan rumah Eyang Wireja. Di sana ada udara yang lebih bersih, suasana yang tenang. Dekat laut. Kamu dan Bram menikah di Yogya dan bulan madu disana. Mungkin… Yogya bisa membangunkan kenangannya.” Ia menghela napas, menatap dedaunan yang bergoyang pelan. “Ini bukan cuma tentang perawatan, Nak. Tapi tentang suasana. Tentang hati. Mungkin, hati lebih cepat mengingat daripada kepala.” Dita terdiam sejenak. Matanya sembab, wajahnya letih. Tapi pikirannya jernih. Ia ingin satu hal saja: Bram kembali. “Kalau itu bisa membantu Mas Bram... Dita setuju, Pak.” Abimana mengangguk. “Terima kasih, Nak. Ini cobaan. Tapi kamu sudah melewati banyak hal. Sedikit lagi saja… sabarlah.” Dita menarik napas panjang, lalu m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN