Menyatu dengan Jiwa-3

707 Kata

“Mas… Mas……” rintih Dita dengan suara pecah, tubuhnya kini sepenuhnya terbuka, pasrah, dan begitu hidup di bawah sentuhan yang menggetarkan. Ia menolehkan kepala ke sisi bantal, rambutnya berserakan, tubuhnya bergerak mencari lebih saat puncak itu perlahan mengendap, menguat dan akhirnya meledak dalam lenguhan panjang yang bergetar dari tenggorokan ke ujung jari. “Aaahh… Mas…” suaranya seperti bisikan dan badai dalam satu tarikan nafas Bram mematung sesaat, matanya tak lepas dari wajah perempuan di bawahnya, wajah Dita, yang kini merah, lembap, dan begitu cantik dalam kepasrahan setelah pelepasan. Napasnya naik turun, bibirnya sedikit terbuka, dan matanya masih setengah terpejam oleh gelombang yang belum sepenuhnya reda. Bram menatap tubuh itu… tubuh yang selama ini menjadi miliknya, tap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN