Menahan Nafsu-2

703 Kata

“Bunaaa!” jerit Daisy dari dekat pintu. Suara sandal jepit kecil berlari mendekat dengan napas tersengal. Sementara itu, Rania masih dalam posisi telentang, rambut berantakan menutupi wajah, tangan terlentang ke atas seperti korban dalam sinetron. Ia menatap kosong ke langit-langit rumah, napasnya belum kembali sepenuhnya. “Kayaknya... efek pacaran sama Pak Prabu,” gumamnya lirih. “Jadi... tolol.” **** Mobil Prabu masuk beriringan dengan mobil Tyo, melewati gerbang rumah yang perlahan terbuka. Prabu mengikuti di belakang mertua masa depannya itu, menyesuaikan langkah masuk ke rumah Rania yang kini terasa semakin akrab baginya. Di dalam, Lestari tampak di dapur, tangan sibuk mencuci piring tapi senyum hangat langsung mengembang saat melihat menantunya datang. "Prab, udah makan malam be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN