“Yakin?” Rania mendecak. “Sengaja biar bisa mancing-mancing, ya?” “Aku masak, bukan mancing,” jawabnya datar tapi hangat. “Sini, coba makan dulu. Aku bikin chicken steak, mashed potato, sama buttered vegetables. Dagingnya aku grill sendiri, sausnya juga homemade. Kamu gak mau nyicip, rugi.” “Aku masih kesel,” Rania mengerucutkan bibir. “Dan aku tuh… gak tertarik sama cowok gak pake baju.” “Sini, Sayangku, biar kamu bisa masak bareng. Biar gak ngeliatin terus.” “Siapa juga yang ngeliatin!” “Yang mukanya merah itu siapa?” Rania mendengus. Tapi akhirnya—karena perut juga mulai berteriak—ia mendekat. Prabu menyodorkan garpu yang sudah berisi potongan daging ayam panggang, lalu menyuapkannya langsung ke mulut Rania. Rania diam. Matanya sedikit membulat. “Enak ‘kan?” “Nggak tuh!” katany

