Lestari menggelengkan kepala, lalu berbalik ke arah suaminya yang sedang berdiri di depan cermin, merapikan dasi. “Pah” ucap Lestari pelan, sambil menyandarkan diri di meja. “Aku tahu kamu gak setuju Rania ikut Prabu ke Raja Ampat. Tapi... aku percaya Prabu. Dia pria dewasa, bertanggung jawab. Rania juga. Mereka cuma mau menghadiri resepsi temannya. Bukan berbulan madu diam-diam.” Tyo tak langsung menjawab. Tangannya masih sibuk meluruskan dasi. Matanya tak berkedip. “Dan kamu tahu,” lanjut Lestari, suaranya sedikit melembut. “Kalau sidang hari ini menang, itu bukan hanya karena berkas yang kamu siapkan. Tapi karena Prabu juga turun tangan. Mungkin, ini waktunya kamu percaya sedikit. Kasih kesempatan.” Tyo akhirnya menoleh, menatap mata istrinya yang selalu sabar, tapi tahu cara berbic

