Rencana Kotor Prabu-2

708 Kata

Makanan di piring mereka akhirnya habis. Rania bersandar di kursi dengan tubuh lemas tapi kenyang. Prabu tersenyum dan menarik tubuh kecil itu ke dalam dekapannya, membenamkan dagu ke pundaknya sambil memeluk erat dari belakang. Kehangatan tubuh Prabu terasa seperti pelindung yang memeluk hingga ke hati. “Terima kasih,” gumam Prabu di telinga Rania. “Udah mau nikah sama aku. Udah mau dampingin aku, walaupun aku jauh dari sempurna.” Rania memutar tubuhnya, menatap Prabu dengan mata yang bening dan berkilat. “Mas gak boleh ngomong gitu lagi. Mas sempurna… buat aku.” Lalu, Rania mulai menciumi wajah Prabu satu per satu dari kening, pipi, dagu, hidung, sampai ke pelipis. Sesekali mereka saling menggesekkan hidung seperti dua anak kecil yang sedang jatuh cinta untuk pertama kalinya. Tawa pun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN