Percikan Masa Lalu-2

701 Kata

Akhirnya Rania menerimanya saja, mengucapkan terima kasih sebelum melangkah ke pintu. Tapi saat itu, matanya menangkap sebuah poster besar yang belum dipasang penuh di dinding—seorang perempuan berpose anggun dengan kalung berlian, kulitnya mulus, senyum mewah menghias wajahnya. Mireya. Rania berhenti sejenak, menyipitkan mata. "Ini untuk apa?" tanyanya setengah penasaran, setengah malas. "Ah, itu... Model baru kami. Mireya. Dia akan menjadi brand ambassador Aurélie Jade di Indonesia," jelas pelayan dengan sopan. Rania tersenyum tipis. Dunia ini... sempit sekali. Sempit sampai mantan kekasih suaminya sendiri kini menjadi wajah dari bisnis keluarganya. *** Prabu sendiri harus pulang terlambat karena urusan yang belum tuntas: audit proyek green campus yang bermasalah itu. Setelah bert

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN